Home Konten Desa Tek-Tek, Kesenian yang Sering diperlombakan

Tek-Tek, Kesenian yang Sering diperlombakan

0
182

Tek-tek meupakan sebuah kesenian tradisional yang berkembang di berbagai daerah, tek-tek  sering dimainkan pada acara-acara besar seperti ulang tahun dari sebuah kota, tapi tek-tek juga sering diperlombakan. penyajian tek-tek sangatah menarik, para pemain menggunakan kostum adat, tidak hanya musik saja yang disajikan tarian pun juga ikut disajikan. perkembangan tek-tek saat ini sangatlah pesat, banyak yarakat yang semakin menyukai keberadaan dari tek-tek.seiring majunya perkembangan zaman tek-tek juga juga semakin berkembang dengan lagu-lagu yang lebih kreatif dan enak untuk dinikmati. Dahulu kala alat musik tek-tek atau kentongan hanya digunakan sebagai  alat penanda suatu peristiwa seperti adzan, suatu kecelakaan atau bencana alam. Bunyi-bunyian kenthongan yang semula hanya monoton dan tak memiliki nada dasar, kini menjadi suara yang enak untuk didengar dan dirasakan. Yang menciptakan alunan bunyi musik yang enak di dengar. Kegiatan menabuh kentongan sendiri berawal dari kebiasaan penduduk yang melakukan ronda, yang biasanya berjumlah 4-5 orang dengan menabuh kenthongan keliling desa. Namun kini dengan sentuhan seni, kenthongan atau sering disebut dengan “thek-thek” dapat menjadi seni musik dengan ritme yang indah dan enak didengar tanpa harus meninggalkan nuansa ketradisionalannya. Dan masyarakatpun kemudian mengenal kenthongan juga sebagai alat musik. Sekarang seni musik Thek-Thek sudah banyak diperlombakan. Jumlah pemaiinnya rata rata 30 an orang, selain kenthongan sebagai alat musik utama, diiringi juga dengan alat musik seperti Bedhug(biasanya 2 biji), Calung, Kecrek, Suling, Teplak dan Angklung. Juga ditambah alat-alat lain agar lebih berirama.Tidak lupa dikomandani oleh seorang Mayoret (pemimpin dari permainan kentongan). Dari segi kostum biasanya para pemain memakai kostum yang seragam dan berwarna yang terkesan “ngejreng” supaya bisa menarik perhatian penonton, kostumjuga menggunakan pakean adat daerah sekitar

Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyian. Kebudayaan merupakan segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya  atau dapat pula diartikan sebagai segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya. Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu, Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan perkataan lain kebudayaan mencakup kesemuannya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusiaanggota masyarakat. Dijaman yang modern ini banyak manusia yang mencampurkan antara kebudayaan dengan musik,misalkan saja tek-tek, kesenian/musik daerah asal purbalingga adalah hasil olah antara kebudayaan dan musik yang menjadi sebuah sajian yang sangat menakjubkan.

Dahulu kala alat musik tek-tek atau kentongan hanya digunakan sebagai  alat penanda suatu peristiwa seperti adzan, suatu kecelakaan atau bencana alam. Bunyi-bunyian kenthongan yang semula hanya monoton dan tak memiliki nada dasar, kini menjadi suara yang enak untuk didengar dan dirasakan. Yang menciptakan alunan bunyi musik yang enak di dengar. Kegiatan menabuh kentongan sendiri berawal dari kebiasaan penduduk yang melakukan ronda, yang biasanya berjumlah 4-5 orang dengan menabuh kenthongan keliling desa. Namun kini dengan sentuhan seni, kenthongan atau sering disebut dengan “thek-thek” dapat menjadi seni musik dengan ritme yang indah dan enak didengar tanpa harus meninggalkan nuansa ketradisionalannya. Dan masyarakatpun kemudian mengenal kenthongan juga sebagai alat musik. Sekarang seni musik Thek-Thek sudah banyak diperlombakan. Jumlah pemaiinnya rata rata 30 an orang, selain kenthongan sebagai alat musik utama, diiringi juga dengan alat musik seperti Bedhug(biasanya 2 biji), Calung, Kecrek, Suling, Teplak dan Angklung. Juga ditambah alat-alat lain agar lebih berirama.Tidak lupa dikomandani oleh seorang Mayoret(pemimpin dari permainan kentongan). Dari segi kostum biasanya para pemain memakai kostum yang seragam dan berwarna yang terkesan “ngejreng” supaya bisa menarik perhatian penonton, kostumjuga menggunakan pakean adat daerah sekitar. Lagu yang biasanya dibawakan yaitu lagu Dangdut dan Campur Sari gan. Tapi banyak juga lagu pop yang biasa diaransemen para pemain agar , tinggal sekreatifnya pemain-pemdapat dipadukan dengan instrumen tek-tek. Selain untuk lomba, grup-grup Tek-Tek juga digunakan untuk ajang mencari nafkah. Biasanya ada yang keliling-keliling kampung dari rumah kerumah. Mereka juga sudah banyak yang tampil di daerah-daerah lain seperti Cilacap, Kroya, Kebumen, Banjarnegara dan lainnya. Mereka selalu mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat setempat, mungkin karena alunannya yang enak didengar dan lebih terkesan “merakyat” . Disamping berdimensi budaya, seni kenthongan/”thek-thek” memiliki nilai strategis dalamnation and character building berupa nilai-nilai kebersamaan, kesederajatan, kegotong royongan, cinta tanah air, pembinaan kawula muda, serta menggugah semangat membangun melalui syair-syair lagu yang dibawakan. Jumlah grup kenthongan jumlahnya sekarang sudah banyak. Bahkan sekarang hampir di setiap desa punya Grup Kentongan sendiri. 

Keberadaan musik tek-tek merupakan hasil olah budaya masyarakat sekitar. Pada situasi demikian, unsur-unsur budaya lama yang berpola tradisional-agraris tidak begitu saja tergantikan oleh unsur-unsur baru yang modern teknologis. Demikian pula berbagai aturan tradisi yang cenderung mengikat sebagai bentuk kristalisasi nilai-nilai yang telah berlangsung turun-temurun, tidak begitu saja tergantikan oleh unsur-unsur baru yang berorientasi praktis-pragmatis. Hal demikian nampak sekali dalam wujud sajian musik kenthongan yang mencerminkan adanya penggabungan kedua unsur tersebut.

Pada satu sisi musik ini merupakan bentuk reproduksi dari berbagai ragam seni pertunjukan dan kebudayaan yang sudah ada sebelumnya. Di dalam musik tek-tek terdapat unsur musik tradisional calung, angklung, tari tradisional dan kostum yang bercorak tradisional. Namun demikian di dalamnya dapat dengan mudah dijumpai ciri-ciri tertentu yang mencerminkannya sebagai produk seni masa kini, misalnya hadirnya warna musik “pop”, modern dance dan marching band. Selain itu di dalamnya juga senantiasa dilakukan usaha-usaha inovasi yang bertujuan untuk “mempercantik diri” agar penampilannya tampak lebih menarik dan memiliki kekhasan tersendiri. Hal terakhir ini telah menyebabkan setiap grup kenthongan senantiasa berusaha tampil dengan warna penampilan yang berbeda-beda antara satu grup dan grup yang lain.

 

 

(sumber:http://www.gembongan-banjarnegara.desa.id)